RSS

Perjalanan ke indocina…bag 1 Yogya


Ratu boko
Candi plaosan lor
Tebing breksi

Libur lebaran yang panjang, seperti tahun kemarin, adalah saat yang tepat untuk traveling keluar negri kenegara yang belum pernah kukunjungi. Vietnam dan kamboja adalah tujuan selanjutnya. Dengan libur lebaran seperti sebelumnya 11-12 hari, akupun memprediksi libur dari tanggal sekian sampai tanggal sekian, dan ketika ada promo pesawat airasia langsung booking. Awalnya aku akan ke halong bay n Angkor wat. Beberapa tiket PP udah dibeli. Sampai awal tahun 2016 sempet kaget, ternyata rencana libur untuk jalan2 11 hari berubah total, setelah prediksi jadwal libur salah. Akhirnya berpikir dengan cepat, karna gak mungkin tiket di refund, akhirnya Tuhan masih berbaik hati padaku, saat itu juga ada promo AA lagi, dengan membeli 2 tiket baru. Dan merelakan tiket sebelumnya gak dipake beberapa.
Tanggal 6 juli…
Pagi itu hari raya lebaran pertama, setelah silaturahmi kekeluarga besar sampe sore, trus ke tetangga. Malem jam setengah 10, packing ..dianter bapak ke stasiun, menuju Yogyakarta…karna pesawatku ke kualalumpur senilai 100 ribu dimulai dari yogya, kalo dari Surabaya mahal 1,5 juta. Perjalanan selama 5 jam, jam 4 pagi sampai stasiun yogya. Setelah solat subuh, akupun jalan kaki keluar stasiun menuju jalan malioboro. Ada waktu sampek jam 2, karna penerbangan jam 17.00 dari yogya.
Titik nol 
Benteng velderberg

Menyusuri jalanan malioboro dipagihari, jalan terus sampe titik nol jogja, hingga alun2 dan gerbang masuk keraton. Setelah puas berfoto, akupun mencari halte bus trans jogja terdekat. Rencana awal menitipkan tas ransel di bandara. Setelah itu baru deh jalan2. Dari bandara kembali naek bus trans menuju prambanan. Setelah sarapan akupun nyari ojek untuk keliling candi. Stelah tawar menawar selesai 100 ribu untuk keliling candi ratuboko, candi ijo, tebing breksi, candi plaosan lor. Kenapa gak memilih prambanan, karna aku sudah pernah .


Entah kenapa di candi ratu boko ini aq merasa ditipu oleh petugas dengan harga karcis 25 ribu, padahal temenku, Sammy  bayar 10 ribu candi ratu book ini biasanya bisa 1 paket ama prambanan, nanti ada kendaraan antar jemput dari candi prambanan. Dicandi ini katanya bagus untuk mengabadikan foto sunset. Dan naek daun gara2 filem AADC 2 kemaren syuting disini.
Dari ratuboko aku  menuju candi ijo, dicandi ijo ini aku bertemu dnegan temen baru, Sammy namanya, udah motoran dati Jakarta sampek yogya. Dari sini kita ngobrol2..karna sama2 jalan sendiri, kita memutuskan untuk jalan bareng ke candi selanjutnya, biar ada yang potion, gak pake tripod lagi, hehe…
Candi ijo

Tebing breksi



Dari candi  ijo kita menuju tebing breksi, disini dulunya adalah batu kapur yang disulap jadi destinasi wisata, berkat instagram ramelah tempat ini, disini dibuat semacam panggung pementasan dengan tempat duduk melingkar, seperti ampitetater gitu. Sayang nya hari itu gak ada pertunjukan, aku tanya baru besok ada pertunjukan jatilan/jaranan. Tapi buat foto2 saja udah bagus kok.
Dari sini si Sammy ngajak ke candi barong, tempai ini jalannya agak sulit diakses, jalannya sempit rusak dan menanjak.
candi barong

Setelah itu kita menuju candi plaosan lor. Menuju candi plaosan kita melewati candi sojiwan, yawdah kita istirahat sejenak  sambil foto2.
Destinasi terakhir adalah candi palosan lor. Candi ini tidak jauh dari pramanan. Dan kita lihat kawasan candi prambana hari itu macet total, maklum libur lebaran.



Jam 1 pun aku balik ke bandara. Jam 17 flight ke kualalumpur

Pengeluaran:
- tiket kereta kediri-jogja 200 rb
- sewa ojek ke candi2 100 rb
-tiket candi ratuboko 25 rb
- tiket candi ijo, tebing breksi, candi plaosan lor, candi barong @ 5 rb

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kedung Tumpang, Tulungagung



Setahun terakhir ini salah satu wilayah terpencil di selatan Tulungagung ini menjadi terkenal, di instagram bermunculan gambar gambar keren dari kedung tumpang. Bahkan temenku Jakarta pengen dianter ke kedung tumpang. Yaelah aku aja yang bersebelahan ama tulungagung masih males kesana, katanya sih selalu rame, gak mengenal musim libur atau weekday.
Udah ada plan si mau ke kedung tumpang, tapi nunggu temen . Setelah plan camping di malang gagal, ganti deh rencana lain, yang deket ma kediri saja. 



Sabtu pagi itu aku dah janjian ama temen tripku si gotri, temen ku smp dulu.Sebenernya sih pagi itu aku udah ngerasa gak enak badan, tengorokanku sakit,spertinya mau batuk.Berangkat jam 7 pagi dari simpang lima gumul, menurut google map sih udah disaranin jalan tercepat. Tapi temenku punya versi jalan cepat sendiri. Dan yang bikin asyik di jalan adalah kita menyeberang sungai brantas naek kapal, istilahe nambang, ini pertama kalinya aku nyebrang sungai naek kapal, bayar 3500. Ternyata banyak tambang/penyebrangan prahu sepanjang sungai brantas ini. Kenapa pemerintah kok gak bangun jembatan ya sepanjang sungai ini, kendaraan berat berarti harus muter jauh. 



Mendekati kecamatan pucanglaban, jalanan aspal yang mulus pun berubah jadi aspal rusak. Lalu jalan cor semen yang selebar 2 motor saja. Dari sini mobil sudah harus diparkir, berganti dengan sewa ojek. Kita tetep motoran sampai parkiran, tapi jalanan yang dilalui butuh perjuangan kehati hatian, jalanan tanah yang kmren diguyur hujan membuat tanah lembek dan licin. Apalagi langitnya cerah banget, panas. Berkali kali motor kami didahului sang ojek yang memakai motor trail, terpaksa motor matik kami mengalah.
Setelah perjuangan penuh melewati jalan berbatu tanah becek, kini saatnya memarkir motor, dan kita menuruni bukit dengan jalan kaki, jalan yang dilalui sama beceknya. Harus ekstra hati hati, ada pegangan tali tambang yang dipasang sebagai pengaman. Setelah 10 menit perjalanan, kita sampai ditebing batu batu. Harap berhati hati disini, karena 2 hari kemarin ada tragedi 4 orang terseret ombak, 2 hilang sampai sekarang, 2 selamat tapi dengan luka luka terbentur karang. Ada lokasi dipasang police line, lokasi ke air terjun ditutup, karena memang ombak di tepi karang sangat tinggi dan berbahaya. Di kedung tumpang ini ada beberapa kolam. Tapi semua kolam sepi dari orang yang mandi, ,karena dijaga oleh penjual warung yang sekaligus pengawas, yang meneriaki bocah bocah yang bandel, mendekati kolam, termasuk saya, hihi... kami cukup menik ati dari atas bebatuan karang saja, melihat debur ombak di lautan yang biru menghijau , seger mata memandangnya.



Pokoknya kalo kesini hati hati ya guys, patuhi penjaga pantai. Jangan selfi aneh aneh deket karang. Karna ombak tinggi bisa datang kapan saja. Oh ya kedung tumpangini bukan pantai, jadi kita gak akan menemui pasir pantai. Tetepai bersebelahan dengan kedung tumpang ada pantai molang, pacar, lumbung dan pantai kelinci.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hutan pinus, bukit kura2 dan puncak ongakan kelud

hutan pinus

bukit kura


Sebenernya ini cuma trip pelepas kecewa gara gara rencana nge camp di malang gagal pas long weekend. Daripada 4 hari manyun dirumah kan ya lagian destinasi trip kali ini gak terlalu jauh. Berdasar google map hanya berjarak 37 km dari rumah. Destinasi ini udah dipopulerkan oleh acara tivi yang lagi booming sekarang, MTMA.Pagi jam 07.30 aku berangkat. Sebenernya rada rada horror jalan sendirian, mengingat medan yang akan dilalui adalah hutan ongakan. Ngajak temen gak ada yang bisa. Yawdah tetep berangkat modal nekad dan doa . Untuk mencapai tujuan tidaklah susah. Tinggal setting cagar alam ogakan. Sesampai 6 km mendekati lokasi akan ada banyak plang merah petunjuk ke ongakan sesampai di desa besowo. Namun jalan 6 km ini dibagi menjadi aspal rusak, cor semen dan selebihnya jalan tanah di dalam hutan. 



Jalan menuju puncak ongakan hanyalah selebar 1 motor, jadi kalau mau berpapasan salah satu harus berhenti dulu. Sepanjang jalan 5 km adalah kebun warga yang ditanami kol kubis kopi ataupun hutan sengon dan hutan beneran. Jalan yang dilalui gak kalah menantang, butuh keseimbangan. agar tidak jatuh. Sempet bertanya pada bapak bapak pencari rumput atau kayu untuk bertanya memastikan kalo aku gak kesasar, kan berabe kalo jalan sendirian trus nyasar gak tau jalan pulang. Jalannya sebenernya cuma satu, cuma ada percabangan kecil untuk akses ke ladang warga. Ditengah perjalanan menuju puncak ongakan kita akan berhenti di lokasi hutan pinus mati yang sayang kalo tidak diabadikan dalam jepretan kamera. Hutan pinus ini rusak mati karena letusan gunung kelud 2 tahun lalu. Tapi beberapa udah mulai bersemi kembali. 




Lokasi yang ke 2 adalah bukit kura 2. Dari hutan pinus kita menembus hutan rimbun jalanan mulai menyempit. Bener2 aku dibuat horor kalo jalan sendirian di hutan, untung ada ibuk2 yang ada di depanku. Sepertinya ibuk itu penjaga warung di atas sana. Syukurlah ada temen jalan setidaknya. Gak luput mulut ini komat kamit ngucap doa keselamatan, kan gak lucu kalo misal ada hewan buas tiba2 muncul didepan, atau penunggu gunung merasa terganggu dengan kedatanganku..hiiii...



setelah bukit kura tidak jauh didepan udah sampai deh parkiran motor terakhir sebelum puncak tertinggi ongakan. Ternyata udah banyak berderet warung disini. Dari sini kita dapat melihat sisi lain gunung kelud. Dari atas sini kita bisa melihat bukit bukit hijau dengan lembah sungai lewatnya lahar dingin kelud menjadi sungai. Tampak dikejauhan sebenernya ada air terjun tempat hulu sungai yang mengalir ke bawah. Untuk mencapai puncak tertinggi kita bisa jalan kaki sekitar 200 m. Dari puncak sini kita bisa melihat bendungan selorejo dikejauhan. Sayang langit lagi tertutup kabut putih. Jadi kurang jelas pemandangan jauh.


 pulang mampir waduk siman



perhutani plywood industry

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS