RSS

Explore nganjuk : air terjun sedudo, embung estemulyo, candi lor

Air terjun sedudo

Embung estumulyo


Candi lor

Nganjuk sebenernya berdekatan dengan Kediri. Tapi lum sempet mengexplore nganjuk, bahkan ke sedudo yang terkenalpun lum pernah. Waktu itu libur hari jumat, brangkat pagi menuju nganjuk. Lokasi yang dituju pertama adalah air terjun seduduo sejauh 62 km. beruntung hari itu langit sangat cerah warna biru jadi latar belakang gunung wilis terlihat jelas. Bahkan sepanjang jalan menuju sedudo sangat menyenangkan bisa melihat hamparan sawah dan bukit, jalan berliku naik turun. Sayangnya terjadi insiden kecil saat sampai di parkiran sedudo, kakiku kena knalpot motorku sendiri. Panas dan perih. Akhirnya aku Cuma menikmati sedudo dari atas saja, males jalan menuruni tangga menuju bawah air terjun, toh disini pemandangannya juga keren.







 Setelah berfoto dan cukup istirahat aku meneruskan perjalananku menuju embung estumulyo. Merupakan bendungan buatan yang dipakai untuk irigasi warga ketika musim kemarau. Bendungan ini dikelilingi bukit pohon pinus. Sayangnya air nya keruh. Lokasi meuju danau memang terletak ditengah hutan, namun jalan yang dilalui sudah paving bagus. Dan sepanjang jalan dari sedudo ke embung estumulyo ini banyak kita lihat pepohonan cemara, ada spot yang dinamakan cemoro kandang. 


Setelah itu kami menuju ke kota nganjuk, disitu ada 2 lokasi yang aku tuju, pertama adalah menara bekas pabrik gula ynag masih berdiri kokoh, sekitarnya sudah ditanami tebu, sehingga untuk mencari titik utuk berfoto kesulitan harus mencari jalan masuk diantara pesawahan tebu yang sudah rimbun dan tinggi. 


Tak jauh dari situ ada candi yang menurutku menarik untuk menjadi objek foto. 
Namanyacandi lor. Menurut sejarah candi ini adalah cikal bakal berdirinya nganjuk. Candi berbahan bata ini sudah tidak berbentuk lagi, hanya terlihat seperti bangunan 2 tingakat yang runtuh. Namun menariknya bukan disitu, melainkan pohon kepuh raksasa yang diperkirakan seusia dengan candi itu sendiri, ratusan tahun. Pohon ini masih tumbuh menjulang ke atas, akarnya menjalar keluar besar2 persis seperti di candi Angkor wat kamboja



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kediri Lagi





Sebenernya Kediri gak terlalu banyak tempat wisata. Dan hamper semunya sudah aku datengin dan kuposting di blog ini. Kali ini ada beberapa tempat yang bagus buat foto, instagramable, mengingat beberapa tempat ini sebuah bangunan kuno butan belanda yang masih berdiri kokoh hingga sekarang, ada yang terurus bahkan ada yang terbengkalai banyak coretan sana sini. 



Pagi itu aku menuju kandat, beradasr informasi yang aku peroleh di instagram, aku mendapati bangunan sisa belanda berada dibelakang polsek kandat. Mungkin jauhnya 30 km. saat berada disitu aku bertemu dengan seorang bapak mungkin umur 45 an sedang memotret sepeda yang dinaikinya. Aku menyapa dan bertanya darimana. Ternayat beliau dari bandung naek sepedahan sampek Kediri. Sepedanyapun terbilang unik kuno. Katanya ini pemberian temennya yang ada dijerman. Ceritanya barter/tukar menukar barang, si bapak menukar batik, sementara dia meminta sepeda tua itu. Akhirnya panjang lebar cerita tentang beliau. Ketika memutuskan untuk pergi kekediri pun melalui pilihan dari mata uang yang dilempar. Yogya atau Kediri. Dan jatuhlah pilihan itu ke Kediri. 



Beliau tidur bisa di masjid, atau kantor polisi. Untuk mengecas hapenya masuk ke indomaret untuk mengecas hp. Hidupnya terlihat begitu santai apa adanya. Ada senyum kepuasan dari wajah letih beliau. Beliau berpesan, hidup ini lakukan apa yang menurutmu kamu sukai yang kamu yakini benar, jangan pedulikan penilaian orang lain karena yang tau dirimu hanyalah dirimu sendiri. Hmm…kata2 yang dlem banget. Setelah berfoto dan ngobrol lebih dari setengah jam, bapak itu berpamitan mau cari sarapan trus mampir indomaret, sempet pinjem power bank sih untuk ngisi batere nya, lantas upload foto yang kuambil . aku sempet bertanya, kok gambarnya bagus, pakai aplikasi apa?(karna kulihat hapenya gak biasa, dan sdikit retak). Bapaknya bilang, pake kamera 360. 




Setelah itu aku menuju gereja merah di kota Kediri, lokasinya deket. Sering melewati, tapi jarang memfoto. Bangunan ini menjadi cagar budaya. Dan hanya boleh dikunjungi senin sampai sabtu. Minggu tertutup karna digunakan untuk kebaktian. 


Lokasi bendungan gerak waru turi ini sekitar 10 km dari gereja merah. Baru pertama kali aku kesini, kesan adem terasa karena banyak pohon rindang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wisata sejarah Majapahit & Museum Wayang





Bosan dengan wisata alam, apalagi musim ujan kek gini, mau ke pantai air laut juga jelek, mau ke air terjun, warnanya kagak hijau. Akhirnya diputuskan untuk berkunjung ke trowulan. Sebelum berangkat, aku banyak searching informasi tentang sisa kerajaan majapahiit ini. Awalnya berfikir bahwa lokasi candi2 ini adalah disatu tempat. Tetepai setelah buka google map, sdikit kaget, ternyata lokasi nya berjauhan, dan yang lebih bikin takjub, bahwa sebenarnya kerajaan majapahit yg berpusat di trowulan ini mempunya wilayang luasan yang fantastis, 5 x 5 km, waow. Tapi sayangnya banyak wilayah sudah dijadikan pemukiman penduduk.
Sabtu itu berangkat pagi sekali, pukul 05.30. jam setengah 8 udah sampe di indomaret deket maha vihara majapahit, tempat dimana ada patung budha tidur. Menempuh jarak 53 km. Cuma jalan yd dilalui banyak yang rusak, berlubang, banyak kendaraan berat dan anak sekolah. Pulangnya males deh lewat situ lagi. 



Sesampai di depan vihara, motor diparkir, parkir 3 ribu, tiket masuk 2 ribu. Pagi itu lumayan masih sepi pengunjung, Cuma ada 3 motor. Justru setelah aku kluar, ada1 rombongan bus baru parkir. Tempat ini sebenarnya bukan sisa situs majapahit, tetapi bangunan baru. Patung budha ini berada di luar, dikelilingi kolam, ada teratai yang bermekaran di sampingnya. 


Puas berfoto, sebelum ambil motor, aku tertarik dengan bangunan sepanjang kiri kanan menuju vihara ini, bangunan ini masih baru, 1 style, mirip banget dengan rumah di zaman majapahit. Sekarang difungsikan untuk took souvenir, took kelontong, jualan pulsa, atau pun twarung. Pun juga balai desa dan pagar2. Semuanya memakai bata merah. Menurutku bagus banget. Menyerupai perkampungan dizaman majapahit.
Lokasi ke 2 yang kutuju adalah candi brahu. Pas masuk gak ada pengunjung lain. Masuk isi buku tamu. Sumbangan sukarela. Tampak pekerja lagi membersihkan candi yang ditumbuhi rumput. Gak lama kemudian datanglah serombongan anak sd bersama ibu guru. 


Berdekatan dengan candi brahu, ada candi gentong, tapi bentuknya berantakan dibawah 2 rumah beratap. Agak jauh kluar jalan utama menuju candi wringin lawang. Candi ini seperti gerbang, katanya dulu mungkin ini merupakan pintu gerbang menuju kota majapahit. 


Motoran lagi 5 km menuju candi bajang ratu. Tiap candi kadang suruh bayar parkir. Kadang Cuma minta dana sukarela. Candi bajang ratu konon inimerupakan candi untuk menuju tempat suci. Candi ini ada tangga ke atas berlubang dan ada atapnya. Atap inilah yang dianggap tanda suci. Gambar buto yang ada di atas itu menandakan agar roh2 jahat didak dapat masuk ke tempat suci.



Candi terakhir adalah candi tikus. Kenapa dinamakan candi tikus karena pada saat dulu diketemukan banyak tikus berasarang dibawah candi ini. Warga setempat menyebutnya candi tikus. Duluny ini adalah tempat petirtaan, tempat mandi para kluarga raja. 



Situs majapahit yang terakhir berkunjung ke museum majapahit. Di depan museum ini ada kolam segaran yang luas, konon dulu ini dijadikan sumber irigasi di kota majapahit. Museum ini ada bangunan lama dan bangunan baru , bangunan baru berupa tenda2 besar menaungin sisa sisa bekas pemukiman majapahit tempo dulu. Ada sekitar 4 petak dome tenda. Di museum ini disimpan berbagai peninggalan kerajaan majapahit mulai dari perabotan sehari hari, ritual keagaamaan, pusaka, relief candi candi,ataupun rumah pada masa majapahit sepertinya museum ini gak pernah sepi, ada sekitar 5 bus besar membawa anak anak untuk wisata edukasi candi majapahit ini. 




Sekitar 13 km dari museum ini ada sebuah tempat baru yang ku tau itu dari instagram, namanya sanggar gubuk wayang, berlokasi di jalan kartini, deket alun alun mojokerto. Untuk masuk kesini tiket seharga 15 ribu untuk pelajar, 25 ribu untuk umum. Bangunan ini ber lantai 3. Bila membawa kamera digital, dan dlsr harus membayar lagi 10 ribu. Tas dan alas kaki tidak boleh dibawa masuk. Kata guide nya sih koleksi museum wayang disini cukup lengkap meski baru dibuka untuk umum sekitar bulan agustus tahun kemaren. Sudah ada 13 ribu pengunjung. Memang kebanyakan mereka yang berkunjung katanya sih tau dari instagram. Sanggar wayang ini adalah kolaborasi dari seniman mojokerto dan pengusaha yang mengelolanya. Ada banyak koleksi wayang, mulai dari wayag kulit, wayang golek, wayag suket, wayang pring, wayang sodo, wayang unyil, potehi , dll. Ada peralatan lengkap dari gamelan yang mengiringi pertunjukan wayang. Wayang dari seluruh nusantara ada disini.












  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS