Hari pertama di new delhi aku gak bisa tidur, mikirin scamp yang kudapat. Rasanya sakit banget, menyesal, tapi masih bersyukur, aku masih bisa menemukan hostelku. Akupun Cuma liat tivi sampai pagi, mandi, sholat, dan mempersiapkan hari ini untuk perjalanan ke agra. Yach, plan aku berubah total sesampai diindia, aku takut kena scamp lagi, petugas hostel menawariku paket ke agra 1 hari dengan membayar 1100 rupee=220 ribu, sebelumnya aq berencana ke agra naek kereta api, baru besok ke stastiun delhi untuk nyari tiket, dan aku baca banyak bgt scamp di stasiun yang menyesatkan turis hanya untuk mencari international tourist bureau, tempat dimana turis dapat tiket khusus tanpa antri di stasiun. Akhirnya aq ambil tu paket, reseptionis bilang, akan ada 2 cewek spanyol yang menginap disini yang berangkat juga.
Agra fort ini merupakan benteng peninggalan kerajaan Mughal, 80% bangunan ini tersusun dari batu merah, begitu besar dan tinggi, megah dan kokoh. Untuk masuk ke dalam turis india cm bayar 20 rupee, sementara turis luar negri harus membayar 250 rupee. Panas banget cuaca saat itu, tapi gak menyurutkan niatku untuk menikmati bekas kerajaan Mughal, kerajaan yang sama membangun taj mahal. Pake sun block sudah, sunglasses udah, air mineral udah..lets go…
Setelah sekitar 1 jam, kami balik ke bus, untuk menuju taj mahal. Sebelum sampai di taj mahal, kami diturunkan di ruko pengrajin batu marmer. Kami ditunjukkan gimana proses pembuatan pemahatan dinding marmer taj mahal, mulai dari pemilihan batu, menggambar, memahat seusia pola, dan terakhir mengisi dengan batuan warna warni yang didapat dari penjuru dunia, ada yang dari iran, new Zealand, afganistan, italia. Aku pikir ini adalah pertunjukan resmi dari rangkaian taj mahal, ternyata ini Cuma bisnis untuk menarik turis untuk membeli buah tangan buatan mereka, benar saja, setelah dijelasin macem macem, kita diarahin ke ruangan penuh barang2 marmer yang udah jadi. Aku sih turis apaan, turis kere yang udah diplorotin oknum taxi, Cuma ngadem di dalem sambil melihat2 saja.
Setelah itu kita makan siang. Kami ber 5, 2 turis spanyol, maria n raqual, dan 2 turis india, suami istri, makanan yang kami pesan, dimakan bersama2, ada yang pesan roti canai, nasi biryani. Cewek india itu dengan telaten, melayani kami, menaruh di piring2 kami, menyobek roti, menaruh saus kacang, saus kari, dan nasi biryani. Hem…sungguh rasa kekeluargaan yang sangat menyenangkan. Rasanya makan jadi tambah nikmat setiap suapan. Sambil dijelasin ini itu, gimana cara makannya. Ternyata di india masih ada orang yang baik dan ramah, terima kasih india. Selepas makan, kami kembali ke bus, ke tajmahal, jam udah pukul 4 sore, pas kami makan, hujan deras turun, pas mau ke tajmahal udah terang, lumayan lah adem. Meski jam 4 sore, matahari masih tinggi, aku kira jam 5 tutup, ternyata tutupnya jam 22.00. namun sayang kami tidak bisa menikmati suasana malam di taj mahal, karna kami harus kembali ke agra.
Bangunan taj mahal ini sebenarnya diperuntukan untuk makam, mum taj mahal.untuk masuk ke dalam, kami harus antre mengular panjang, demi melihat makam istri raja. Di dalam kami dilarang berfoto. disuruh pakai alas penutup sepatu. Berdesakan, keringat mengucur, panas banget di dalam, penuh manusia. Gak tahan di dalam, kami segera kluar. Sebenarnya kalo bersabar sejam, kita bisa menikmati sunset, namun apa daya kita cm punya waktu sejam setengah, dan harus balik lagi ke bus, puas bgt rasanya. Sesampai di bus, guide yang memandu kami, berpamitan, karna gak ikut ke delhi, dia minta tips, sebenarnya aq gak suka kasih tips, apalagi di india, tapi gapapalah, aku lagi seneng bgt, bisa ke tajmahal, aku kasih 100 rupee dengan senang hati, karna tu guide dengan sabar menungguku setengah jam di agra fort, padahal yang lain udah di bus menunggu, trus di taj mahal juga gitu, harus menunggu kami yang kegirangan di taj mahal sampai lupa waktu, padahal yang laen dah nunggu setengah jam. Bye bye tajmahal…



















































